"*"BINTANG BERSINAR"*"
"Harus ini, harus itu, Alice harus bisa segalanya. Selalu aja gitu. Tante Ely jahat banget! Semua jahat! Ga ada yang sayang aku!" kata Alice kesal.
"Kamu kenapa?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba saja berdiri dihadapan Alice.
"Siapa kamu?" tanya Alice terkejut.
"Em.." lelaki itu duduk disamping Alice.
"Namaku Bryan. Kamu?"
"A-aku Alice"
"Alice? Begitu, ya. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu kenapa?" tanya Bryan.
"Um, aku ya? Oh aku. Aku, aku kesal sama Tante Ely! Masa dia marah-marah mulu, Alice harus inilah itulah. Kan aku kesal!" celoteh Alice.
"Tante Ely itu siapa?" tanya Bryan tersenyum.
"Yang ngajarin Alice pose-pose gitu" kata Alice.
"Oh, model. Jadi, Alice itu model cilik?" tanya Bryan.
"Nah! Itu maksud Alice! Tante Ely itu pelatih model! Alice modelnya!" jelas Alice sambil tersenyum lebar. Bryan kembali tersenyum.
"Umur Alice berapa tahun?"
"Delapan. Alice udah sekolah, kelas Tiga SD."
"Delapan tahun? Udah sekolah juga ya? Wah pasti Alice capek ya harus belajar buat sekolah dan berlatih pose." kata Bryan sambil mengalihkan pandangannya ke langit.
"Ya gitu deh!" kata Alice tertawa kecil.
"Alice, awannya keren loh."
"Iya, ya! Keren! Hebat lagi, awannya ga kepanasan kena matahari, udah gitu bentuknya cantik lagi!" kata Alice sambil menatap langit.
"Ahahahaha!" Bryan tertawa lebar. Alice kebingungan.
"Alice, mau tau ga? Alice tuh bisa lebih keren, lebih hebat dan lebih cantik dari awan. Alice itu model cilik kan? Suatu hari nanti, Alice bisa jadi bintang yang bersinar tiap saat." kata Bryan tersenyum.
"Bintang yang bersinar tiap saat?" kata Alice mengulangi kata-kata Bryan. Mencoba memahami.
"Alice! Ah ternyata kamu disini! Ayo pulang" tiba-tiba saja Tante Ely datang menarik tangan Alice.
"E-eh! Tunggu! Bryan kelas berapa? Umurnya berapa tahun?" teriak Alice dari kejauhan. Bryan tersenyum.
"Sepuluh, kelas 5. Dadah Alice! Ingat kata-kata Bryan tadi!" teriak Bryan sambil berlari pergi.
"Tadi? Kata-kata itu.." kata Alice dalam hati.
***
"Apa kerennya menjadi bintang yang bersinar tiap saat, jika tanpamu? Andai kamu disini. Menemaniku." kataku dalam hati sambil tersenyum. Aku bangkit dari tempat duduk, berjalan menuju ruang manager. Bersiap-siap menuju Paris.
Aku sampai disuatu cafe yang ramai.
"Tempatnya penuh!" kataku dalam hati. Aku duduk di kursi tunggu, menunggu ada meja kosong. Tak beberapa lama kemudian, akhirnya ada meja yang kosong. Aku segera menuju meja di pojok itu.
"Are you okay?" tanyanya.
"Fine. Thanks." jawabku. Dia mengambil kacamata hitamnya yang terjatuh. Setelah memakainya, dia tersenyum padaku. Terdapat dua lesung pipi di senyum manisnya itu. Tapi, dia tak terlihat seperti orang Paris pada umumnya.
"Ah! Kamu.." katanya terpotong. Eh? Bisa Bahasa Indonesia!
"Kamu bisa bahasa indonesia?" tanyaku terkejut.
"Iya. Aku, em.. Gua dari Indonesia. Lagi lanjutin sekolah disini." katanya sambil tersenyum.
"Oh gitu."
"Lo model majalah itu, kan?"
"Eh? Iya. Gue Alice."
"Alice?"
"Hah? Ga usah, ga usah. Lo aja."
"Lo aja."
"Lo!" kataku.
"Lo!" katanya memaksa.
"Loooo!" kataku tak mau kalah.
"Ah! Kagak selesai-selesai nih. Lo sendiri kan?"
"Iya"
"Yaudah, bareng gue aja."
Akhirnya, malam itu aku makan bersama dengan seorang lelaki yang tak kukenal. Ternyata dia baik juga. Kami berbincang-bincang banyak hal. Tertawa bersama, saling bertukar nomor hp, dan menanyakan akun masing-masing. Dua jam kemudian, aku berpamitan pada lelaki itu. Dia tersenyum. Saat aku melangkah keluar kafe, ada satu hal yang baru kusadari. Aku belum menanyakan namanya!
Kubalikkan badanku. Tapi dia sudah tak ada, entah kemana. Memang sejak tadi sebenarnya ingin kutanyakan namanya, tapi tak jadi juga. Yasudahlah, aku pulang saja. Lagi pula aku punya nomor HP-nya.
Sudah jam dua belas lewat. Kuraih ponselku.
"SMS tidak, ya?" pikirku.
Setelah berpikir beberapa kali, akhirnya kuputuskan untuk sms dia.
'Hai! Ini aku, Alice. Maaf mengganggu di waktu yang terlalu malam ini. Boleh kutanya namamu? Ah, sebenarnya ini bisa ditanyakan besok. Tapi aku ingin tahu sekarang, karena tadi aku belum menanyakan namamu. Hehehe.'
"Dibalas!" kataku gembira.
Kubaca pesannya, dan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar