"*"CAHAYA DIBALIK KEGELAPAN"*"
Sweet seventeen day, biasanya menjadi hari yang sangat special buat banyak remaja2.
Hari yang sangat ditunggu dan sangat berkesan dalam kehidupan mereka, tapi tidak denganku.
2 tahun lalu tepat dimana usiaku genap 17 tahun, mungkin pertama aku juga merasakan kebahagian yang seperti mereka2 pada umumnya, tapi itu tidak berlangsung lama.
Pesta ulang tahun yang tinggal 3 jam lagi akan dimulai harus dibatalkan, hari yang seharusnya menjadi hari bahagia dalam hidupku harus berubah menjadi menjadi hari awal dimulainya kehancuran dalam kehidupanku.
Orang tuaku yang sebelumnya berada di Luar Negeri, dan hari itu seharusnya mereka datang keacara ulang tahunku tapi saat perjalanan dari bandara menuju kerumah mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan hebat, kedua orang tuaku harus meninggal seketika dalam kecalakaan itu dan tepat dihari ulang tahunku yang ke 17.
Sejak kepergian mereka, hidupku mulai hancur, kakak yang sangat aku sayangi semangkin liar, pergaulan yang salah yang dia jalani selama ini semakin membuatnya tak karuan.
Perlahan namun pasti semua harta peninggalan kedua orang tua kami habis hanya karena kakakku yang selalu menghabur2kan harta itu.
Narkoba, miras, obat2an terlarang, keluar masuk diskotik ataupun tempat2 terlarang sudah menjadi rutunitas buat kakakku.
Sudah 6 bulan kedua orang tuaku meninggalkan aku dan kakakku, dan sudah 2 bulanan ini aku dan kakakku tinggal disebuah kontrakan kecil yang jauh jika dibanding dengan kehidupan kita dulu.
Saat ini aku baru saja lulus dari SMA, dan akupun langsung memanfaatkan ijazah SMAku untuk mencari pekerjaan, ku fikir kalau bukan aku yang mencukupi kehidupanku dan kakakku siapa lagi? Kak Rama, sudah enggak bisa diandalkan sama sekali.
Sudah 3 hari ini aku jalan kesana jalan kesini untuk mencari pekerjaan, dari satu tempat ketempat lain tak jauh beda semua banyak yang menolak hanya karena saya seorang lulusan SMA,
“ternyata begitu sulit mencari pekerjaan apalagi dikota Jakarta ini” bathinku yang perlahan aku mulai merasakan lelah
Hari yang sudah malam mengharuskanku melanjutkan langkah kaki ini kembali kerumah,
Tak ada seorangpun kudapati didalam rumah itu, sosok kak Ramapun belum juga terlihat,
Karena lelah akhirnya aku memutuskan untuk membersihkan diriku terlebih dahulu, saat aku tengah asyik dengan air yang menyiram tubuhku aku mendengar seseorang membuka pintu depan, “pasti itu kak Rama” bathinku dan masih melanjutkan mandiku
Setelah selesai aku langsung masuk kedalam kamar, aku tak menemukan kak Rama diruang tengah ataupun dapur, ya mungkin langsung kekemarnya,
Aku mengganti handuk yang aku kenakan dengan baju tidur, tapi betapa terkejutnya aku saat aku sudah melepas handukku kak Rama ada dibelakangku.
“kak ngapain kakak dikamar Rina?” tanyaku yang sangat takut karena kulihat kak rama dalam kondisi mabuk.
Yang semakin membuatku takut kak rama bukannya menjawab dia hanya tersenyum dan semakin mendekatiku. Aku terus mundur menghidari kak Rama namun sayang tembok menghalangiku.
“kak jangan ka, aku adik kandung kakak” tangisku pecah seketika saat kak rama membelai wajahku dengan wajah penuh nafsu.
“kak Rina mohon, rina adik kandung kakak” ucapku namun tak dihiraukan oleh kak rama
Akhirnya malam itu kak Rama kakak kandungku sendiri telah merenggut kehormatanku sebagai seorang wanita.
Malam itu aku hanya menangis menangis dan menangis, aku bener2 gak nyangka kakak kandungku sendiri menghancurkanku.
Tak ada penyesalan sedikitpun dari wajah rama meskipun dia sudah tidak lagi terpengaruh alkohol.
“Tuhan kenapa ini harus terjadi dalam hidupku? Kenapa harus aku menghadapi ini semua?” keluhku kepada sang pencipta aku lontarkan
Ternyata enggak sampai disitu penderitaan yang aku alami, sejak kejadian malam itu kini kak Rama semakin menjadi, tak punya hati terhadap aku adik kandungnya.
Berkali2 aku harus melayani nafsu setan dari kakakku tanpa aku ada daya melawan dan memberontaknya.
Aku seakan2 tak punya harga diri lagi dimata orang2, kakak kandungku tega menjualku dan menjerumuskanku kelingkaran setan.
Aku sekarang seperti manusia yang rendahan tak ada harganya sama sekali, aku harus melayani nafsu laki2 hidung belang, aku harus mengalami penderitaan dalam hidup ini.
Aku sudah hancur, kufikir untuk apa aku melawan mereka untuk apa aku menghidari mereka, toh aku hanya seorang perempuan yang tak punya harga diri,
Kakak kandungku sudah tak menganggapku lagi.
********
Kini sudah hampir 1 tahun aku jatuh kedalam jurang kehancuran yang sudah tak bisa aku keluar, jujur dihati ini dalam lubuk hatiku aku mau mati aku mau mengakhiri semua ini, namun tak ada keberanian untukku melakukannya.
“Tuhan sampai kapan aku seperti ini? Apa aku bisa keluar dari sini?” itulah kata2 yang selalu keluar dari dalam hati ini
Suatu malam seperti biasanya aku berdandan begitu cantik untuk menggoda para lelaki hidung belang, meski aku tersenyum tapi hati ini terus menjerit dan menangis.
Saat aku tengah duduk santai, tiba2 ada seorang laki2 berjalan mendekatiku, sudah bukan hal biasa buatku, aku harus menghadapi hal2 seperti ini.
“hey” sapa laki2 itu kepadaku, sedikit terkejut itulah yang aku alami, bagaimana tidak, laki2 itu menyapaku dengan lembut dan sopan.
“hey juga” balasku ramah
Laki2 itu duduk disampingku, ntah ada perasaan apa dalam hatiku, aku merasa nyaman didekanya.
“hmmmm ma’af sebelumnya, kamu wanita” ucap laki2 itu sengaja menggantung kata2nya
“ya seperti yang kamu bisa lihat sekarang” balasku yang aku tahu kemana arah pertanyaannya
“hmmm bisakah malam ini kamu menemaniku?” tanyanya sedikit ragu
Aku hanya mengangguk, padahal aku mengira dia berbeda tapi ternyata sama saja.
Malam itu laki2 itu ya sebut saja Aditya mengajakku kesebuah apartement yang cukup mewah daerah jakarta timur, selama diperjalanan dia hanya bertanya2 soal kehidupanku, ntah kenapa dengan mudahnya aku menjawab semuanya.
Yang aku sedikit bingung, didalam apartement dia tidak berbuat apa2 kecuali tiduran santai diranjang.
“malam ini aku hanya minta kamu menemaniku, bukan untuk melayaniku” itulah ucapan aditya yang mungkin sedikit menjawab kebingunganku
Semenjak malam itu aku dan aditya sering menghabiskan waktu bersama, dari ceritanya tentang kehidupan pribadinya aku mengetahui dia seorang duda berusia 24 tahun karena istrinya meninggal beberapa bulan setelah pernikahan mereka.
Akupun juga selalu bercerita tentang apa yang pernah aku alami dan apa yang membuatku terjerumus dalam dosa seperti ini.
Suatu hari sangat mengejutkan buatku, aditya datang menemui kak Rama untuk membeliku, awalnya kak Rama menolak keras namun setelah diiming2 oleh uang akhirnya kak Rama menjualku kepada aditya dengan harga yang terlampau sangat mahal menurutku.
“kenapa kamu lakakukan itu?” tanyaku kepada aditya saat aku berada diapartementnya
“karena aku mau kamu menjadi miliku” ucapnya sungguh2
Bodoh, itulah penilaianku terhadap aditya, dia mau membeli gadis sepertiku dengan harga yang segitu besarnya.
“terserah kamu mau bilang apa tentangku, tapi aku enggak mau kehilangan kamu” ucapnya memelukku
“aku mencintaimu Rina” bisiknya
Aku membalikan tubuhku dan menghadapnya “aku wanita kotor, yang tak pantas mendapatkan cinta laki2 sepertimu” ucapku lirih
“aku menerimamu apa adanya, aku enggak peduli gimana masa lalu kamu dan aku juga enggak peduli siapa kamu” ucap aditya tulus
Seketika aku dibuat tak berdaya olehnya, mulutku terkunci begitu rapat dan tak bisa aku mengucapkan kata2 lagi.
“oh Tuhan apakah aku pantas mendampinginya?” tanyaku dalam hati saat aku berada dalam dekapan hangat laki2 yang telah mencuri hatiku
**************
Ternyata itulah awal dari kebahagianku, keluarga dari aditya menerimaku tanpa mempermasalahkan asal usulku,,,,
Disaat kami tengah mempersiapkan pernikahan kami, terdengar kabar kalau kak Rama meninggal dunia karena over dosis dan sakit yang dideritanya, sontak saat itu kondisiku langsung drop,
Bagaimana tidak kakak kandungku keluarga satu2nya yang aku miliki harus meninggalkanku untuk selamanya, tanpa aku bisa membahagiakannya.
“Rina, ma’afkan kakak yang tak bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Kamu bisa membenci kakak karena kakak telah menghancurkan kehidupan dan masa depanmu.
Sebenarnya kakak enggak mau jauh dari kamu, tapi kakak merasa aditya bisa menjadi laki2 yang siap menjagamu, maka kakak menjualmu padanya. Meski sebenarnya kakak enggak mau jauh dari kamu, karena kakak mau membahagiakanmu disisa-sisa umur kakak ini.
Tapi kakak merasa kakak sudah enggak bisa apa2 dengan kondisi kakak yang sudah divonis menderita gangguan hati.
Uang ini adalah uang yang aditya berikan kepada kakak, kakak enggak mau mempergunakannya karena buat kakak itu adalah hak kamu ran.
Sekali lagi kakak minta ma’af untuk semua yang telah kakak lakukan, tapi jika kamu enggak mau mema’afkan kakak itu sudah pantas kakak terima atas semua kesalahan kakak.
Jaga diri kamu baik2 ran, kakak sayank sama kamu. ^_^
Kakakmu,
Rama “
Sedih karena aku harus kehilangan kakak kandungku, kaget karena aku tak pernah tahu kak Rama menderita penyakit itu, terkejut dengan isi surat itu, kagum dengan sikap kak Rama yang sebenarnya.
“selamat jalan kak Rama, Rani akan selalu sayank sama kakak” ucapku dalam hati saat selesai menghadiri pemakaman kak Rama
************
1 Tahun sudah kepergian kak Rama, dan itu artinya aku sudah menjadi nyonya Aditya.
Semenjak pernikahanku dengan Aditya sekitar 11 bulan lalu, kami memutuskan pindah keluar negeri, untuk memulai kehidupan baru kami yang lebih baik lagi.
Kini kami tinggal di Mexico, dan kini aku tengah mengandung 7 bulan buah cintaku dengan Aditya.
Kini lembaran kehidupan baru telah kubuka dengan orang2 baru dalam kehidupanku.
Dan aku selalu berharap semoga tak ada lagi penderitaan yang berlarut dalam kehidupanku dan keluarga kecilku sekarang.
Masa lalu yang pernah terjadi dalam hidupku biarkanlah menjadi pengalaman dan pelajaran dalam kehidupan ini.
THE END.........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar