Jumat, 26 September 2014

Cerpen



"*"CAHAYA DIBALIK KEGELAPAN"*"




Sweet seventeen day, biasanya menjadi hari yang sangat special buat banyak remaja2.

Hari yang sangat ditunggu dan sangat berkesan dalam kehidupan mereka, tapi tidak denganku.
2 tahun lalu tepat dimana usiaku genap 17 tahun, mungkin pertama aku juga merasakan kebahagian yang seperti mereka2 pada umumnya, tapi itu tidak berlangsung lama.

Pesta ulang tahun yang tinggal 3 jam lagi akan dimulai harus dibatalkan, hari yang seharusnya menjadi hari bahagia dalam hidupku harus berubah menjadi menjadi hari awal dimulainya kehancuran dalam kehidupanku.
Orang tuaku yang sebelumnya berada di Luar Negeri, dan hari itu seharusnya mereka datang keacara ulang tahunku tapi saat perjalanan dari bandara menuju kerumah mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan hebat, kedua orang tuaku harus meninggal seketika dalam kecalakaan itu dan tepat dihari ulang tahunku yang ke 17.

Sejak kepergian mereka, hidupku mulai hancur, kakak yang sangat aku sayangi semangkin liar, pergaulan yang salah yang dia jalani selama ini semakin membuatnya tak karuan.

Perlahan namun pasti semua harta peninggalan kedua orang tua kami habis hanya karena kakakku yang selalu menghabur2kan harta itu.
Narkoba, miras, obat2an terlarang, keluar masuk diskotik ataupun tempat2 terlarang sudah menjadi rutunitas buat kakakku.

Sudah 6 bulan kedua orang tuaku meninggalkan aku dan kakakku, dan sudah 2 bulanan ini aku dan kakakku tinggal disebuah kontrakan kecil yang jauh jika dibanding dengan kehidupan kita dulu.

Saat ini aku baru saja lulus dari SMA, dan akupun langsung memanfaatkan ijazah SMAku untuk mencari pekerjaan, ku fikir kalau bukan aku yang mencukupi kehidupanku dan kakakku siapa lagi? Kak Rama, sudah enggak bisa diandalkan sama sekali.

Sudah 3 hari ini aku jalan kesana jalan kesini untuk mencari pekerjaan, dari satu tempat ketempat lain tak jauh beda semua banyak yang menolak hanya karena saya seorang lulusan SMA,
“ternyata begitu sulit mencari pekerjaan apalagi dikota Jakarta ini” bathinku yang perlahan aku mulai merasakan lelah

Hari yang sudah malam mengharuskanku melanjutkan langkah kaki ini kembali kerumah,
Tak ada seorangpun kudapati didalam rumah itu, sosok kak Ramapun belum juga terlihat,

Karena lelah akhirnya aku memutuskan untuk membersihkan diriku terlebih dahulu, saat aku tengah asyik dengan air yang menyiram tubuhku aku mendengar seseorang membuka pintu depan, “pasti itu kak Rama” bathinku dan masih melanjutkan mandiku

Setelah selesai aku langsung masuk kedalam kamar, aku tak menemukan kak Rama diruang tengah ataupun dapur, ya mungkin langsung kekemarnya,

Aku mengganti handuk yang aku kenakan dengan baju tidur, tapi betapa terkejutnya aku saat aku sudah melepas handukku kak Rama ada dibelakangku.
“kak ngapain kakak dikamar Rina?” tanyaku yang sangat takut karena kulihat kak rama dalam kondisi mabuk.

Yang semakin membuatku takut kak rama bukannya menjawab dia hanya tersenyum dan semakin mendekatiku. Aku terus mundur menghidari kak Rama namun sayang tembok menghalangiku.
“kak jangan ka, aku adik kandung kakak” tangisku pecah seketika saat kak rama membelai wajahku dengan wajah penuh nafsu.
“kak Rina mohon, rina adik kandung kakak” ucapku namun tak dihiraukan oleh kak rama

Akhirnya malam itu kak Rama kakak kandungku sendiri telah merenggut kehormatanku sebagai seorang wanita.

Malam itu aku hanya menangis menangis dan menangis, aku bener2 gak nyangka kakak kandungku sendiri menghancurkanku.

Tak ada penyesalan sedikitpun dari wajah rama meskipun dia sudah tidak lagi terpengaruh alkohol.
“Tuhan kenapa ini harus terjadi dalam hidupku? Kenapa harus aku menghadapi ini semua?” keluhku kepada sang pencipta aku lontarkan

Ternyata enggak sampai disitu penderitaan yang aku alami, sejak kejadian malam itu kini kak Rama semakin menjadi, tak punya hati terhadap aku adik kandungnya.
Berkali2 aku harus melayani nafsu setan dari kakakku tanpa aku ada daya melawan dan memberontaknya.

Aku seakan2 tak punya harga diri lagi dimata orang2, kakak kandungku tega menjualku dan menjerumuskanku kelingkaran setan.
Aku sekarang seperti manusia yang rendahan tak ada harganya sama sekali, aku harus melayani nafsu laki2 hidung belang, aku harus mengalami penderitaan dalam hidup ini.

Aku sudah hancur, kufikir untuk apa aku melawan mereka untuk apa aku menghidari mereka, toh aku hanya seorang perempuan yang tak punya harga diri,
Kakak kandungku sudah tak menganggapku lagi.
********

Kini sudah hampir 1 tahun aku jatuh kedalam jurang kehancuran yang sudah tak bisa aku keluar, jujur dihati ini dalam lubuk hatiku aku mau mati aku mau mengakhiri semua ini, namun tak ada keberanian untukku melakukannya.
“Tuhan sampai kapan aku seperti ini? Apa aku bisa keluar dari sini?” itulah kata2 yang selalu keluar dari dalam hati ini

Suatu malam seperti biasanya aku berdandan begitu cantik untuk menggoda para lelaki hidung belang, meski aku tersenyum tapi hati ini terus menjerit dan menangis.

Saat aku tengah duduk santai, tiba2 ada seorang laki2 berjalan mendekatiku, sudah bukan hal biasa buatku, aku harus menghadapi hal2 seperti ini.
“hey” sapa laki2 itu kepadaku, sedikit terkejut itulah yang aku alami, bagaimana tidak, laki2 itu menyapaku dengan lembut dan sopan.
“hey juga” balasku ramah
Laki2 itu duduk disampingku, ntah ada perasaan apa dalam hatiku, aku merasa nyaman didekanya.
“hmmmm ma’af sebelumnya, kamu wanita” ucap laki2 itu sengaja menggantung kata2nya
“ya seperti yang kamu bisa lihat sekarang” balasku yang aku tahu kemana arah pertanyaannya
“hmmm bisakah malam ini kamu menemaniku?” tanyanya sedikit ragu
Aku hanya mengangguk, padahal aku mengira dia berbeda tapi ternyata sama saja.

Malam itu laki2 itu ya sebut saja Aditya mengajakku kesebuah apartement yang cukup mewah daerah jakarta timur, selama diperjalanan dia hanya bertanya2 soal kehidupanku, ntah kenapa dengan mudahnya aku menjawab semuanya.

Yang aku sedikit bingung, didalam apartement dia tidak berbuat apa2 kecuali tiduran santai diranjang.
“malam ini aku hanya minta kamu menemaniku, bukan untuk melayaniku” itulah ucapan aditya yang mungkin sedikit menjawab kebingunganku

Semenjak malam itu aku dan aditya sering menghabiskan waktu bersama, dari ceritanya tentang kehidupan pribadinya aku mengetahui dia seorang duda berusia 24 tahun karena istrinya meninggal beberapa bulan setelah pernikahan mereka.

Akupun juga selalu bercerita tentang apa yang pernah aku alami dan apa yang membuatku terjerumus dalam dosa seperti ini.

Suatu hari sangat mengejutkan buatku, aditya datang menemui kak Rama untuk membeliku, awalnya kak Rama menolak keras namun setelah diiming2 oleh uang akhirnya kak Rama menjualku kepada aditya dengan harga yang terlampau sangat mahal menurutku.
“kenapa kamu lakakukan itu?” tanyaku kepada aditya saat aku berada diapartementnya
“karena aku mau kamu menjadi miliku” ucapnya sungguh2

Bodoh, itulah penilaianku terhadap aditya, dia mau membeli gadis sepertiku dengan harga yang segitu besarnya.
“terserah kamu mau bilang apa tentangku, tapi aku enggak mau kehilangan kamu” ucapnya memelukku
“aku mencintaimu Rina” bisiknya

Aku membalikan tubuhku dan menghadapnya “aku wanita kotor, yang tak pantas mendapatkan cinta laki2 sepertimu” ucapku lirih
“aku menerimamu apa adanya, aku enggak peduli gimana masa lalu kamu dan aku juga enggak peduli siapa kamu” ucap aditya tulus

Seketika aku dibuat tak berdaya olehnya, mulutku terkunci begitu rapat dan tak bisa aku mengucapkan kata2 lagi.
“oh Tuhan apakah aku pantas mendampinginya?” tanyaku dalam hati saat aku berada dalam dekapan hangat laki2 yang telah mencuri hatiku
**************

Ternyata itulah awal dari kebahagianku, keluarga dari aditya menerimaku tanpa mempermasalahkan asal usulku,,,,

Disaat kami tengah mempersiapkan pernikahan kami, terdengar kabar kalau kak Rama meninggal dunia karena over dosis dan sakit yang dideritanya, sontak saat itu kondisiku langsung drop,
Bagaimana tidak kakak kandungku keluarga satu2nya yang aku miliki harus meninggalkanku untuk selamanya, tanpa aku bisa membahagiakannya.
“Rina, ma’afkan kakak yang tak bisa menjadi kakak yang baik untukmu. Kamu bisa membenci kakak karena kakak telah menghancurkan kehidupan dan masa depanmu.

Sebenarnya kakak enggak mau jauh dari kamu, tapi kakak merasa aditya bisa menjadi laki2 yang siap menjagamu, maka kakak menjualmu padanya. Meski sebenarnya kakak enggak mau jauh dari kamu, karena kakak mau membahagiakanmu disisa-sisa umur kakak ini.
Tapi kakak merasa kakak sudah enggak bisa apa2 dengan kondisi kakak yang sudah divonis menderita gangguan hati.
Uang ini adalah uang yang aditya berikan kepada kakak, kakak enggak mau mempergunakannya karena buat kakak itu adalah hak kamu ran.
Sekali lagi kakak minta ma’af untuk semua yang telah kakak lakukan, tapi jika kamu enggak mau mema’afkan kakak itu sudah pantas kakak terima atas semua kesalahan kakak.
Jaga diri kamu baik2 ran, kakak sayank sama kamu. ^_^
Kakakmu,
Rama “

Sedih karena aku harus kehilangan kakak kandungku, kaget karena aku tak pernah tahu kak Rama menderita penyakit itu, terkejut dengan isi surat itu, kagum dengan sikap kak Rama yang sebenarnya.
“selamat jalan kak Rama, Rani akan selalu sayank sama kakak” ucapku dalam hati saat selesai menghadiri pemakaman kak Rama
************

1 Tahun sudah kepergian kak Rama, dan itu artinya aku sudah menjadi nyonya Aditya.
Semenjak pernikahanku dengan Aditya sekitar 11 bulan lalu, kami memutuskan pindah keluar negeri, untuk memulai kehidupan baru kami yang lebih baik lagi.

Kini kami tinggal di Mexico, dan kini aku tengah mengandung 7 bulan buah cintaku dengan Aditya.

Kini lembaran kehidupan baru telah kubuka dengan orang2 baru dalam kehidupanku.
Dan aku selalu berharap semoga tak ada lagi penderitaan yang berlarut dalam kehidupanku dan keluarga kecilku sekarang.
Masa lalu yang pernah terjadi dalam hidupku biarkanlah menjadi pengalaman dan pelajaran dalam kehidupan ini.


THE END.........

Cerpen Motivasi


"*"*KEJUJURAN"*"




Saat aku berkerja, tiba-tiba aku nerima pesan SMS dari bibiku yang di Jakarta. Gak pake lama aku langsung ngebuka apa isi pesan singkat itu. Soalnya kemaren si bibi udah pernah bilang ke aku kalo bibi mau transfer uang ke rekeningku buat ngebayar sapi yang rencananya mau buat kurban saat idhul adha besok. “jang, bibi udah transfer uang ke rekening kamu..”.(isi dari SMS bibi barusan). “iya bi, nanti coba aku cek ke ATM yah.. emangnya bibi transfer berapa?”.(Balesan SMS ku sama si bibi). Terus beberapa menit kemudian si bibi ngebalas SMS ku, “80juta jang.. nanti kamu bilang ke bapa mu yah, itu buat DP dulu.. kekurangannya nanti kalo bibi pulang”.(Jawab si bibi).

Kebetulan di HP ku ada aplikasi yang bisa buat nge-cek saldo direkening, jadi aku langsung aja nyoba nge-cek saldonya via HP. Selang beberapa proses akhirnya aku dapet konfirmasi dari SMS Banking. Dan ” Haaaahhhh..!!!”,(reflek karena aku saking kagetnya ngeliat jumlah saldo yang ada di rekeningku). “sisa saldo anda saat ini sejumlah: Rp.107.000.000,- “. Badanku serentak gemetar kenceng banget dan keringet dingin ku pun langsung ngalir deres disebagian muka ku setelah aku ngebaca isi SMS Banking itu tadi.

Kejujuran - Cerpen Motivasi
Karena masih belum percaya, aku nyoba ngepastiin sebenernya aku yang salah ngebaca isi SMS Banking tadi atau apa aku yang salah liat yah... akhirnya aku ngebuka SMS Banking itu lagi, dan lebih cermat sambil ngeja digit angka satu per satu dan ternyata emang bener. Ternyata Jumlah saldo yang ada di rekeningku sekarang menjadi 107juta lebih yang tadinya saldo ku yang hanya 3jutaan.
Badanku hampir gak ada henti-hentinya bergetar, di tambah detak jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya dan keringat dingin terus mengguyur seluruh muka ku. “bibi katanya kan cuma transfer 80juta, kok saldo rekeningku jadi banyak banget yaah??? Padahal saldo sebelumnya kan cuma 3jutaan. Berarti kalo bibi transfer 80juta dan saldo ku sebelumnya 3jutaan, harusnya kan saldo sekarang jadi 83jutaan. Kok ini ada saldo 107juta lebih..??”.(itulah ungkapan-ungkapan dalam hatiku saat itu).

Karena saking penasarannya, akhirnya aku langsung ngeluarin kalkulatorku buat ngitung rincian saldo itu. “jumlah saldo sekarang – uang dari bibi – saldo rekening sebelumnya”. Itu rumus yang aku pake buat ngitung jumlah saldo diluar uang transferan dari bibi dan jumlah saldo ku sebelumnya. Alhasil “ 24juta” adalah saldo yang diluar dari uang transferan dari bibi dan saldo ku sebelumnya. “Lantas, uang siapakah itu????” (tanda Tanya besar buatku).
“ya Alloh,, apa maksud dari semua ini?? Uang 24juta itu terlalu banyak buat ku. Apakah ini uang bibi yang salah transfer??, tapi gak mungkin.. bibi kan tadi Cuma bilang 80juta. apa kah ini uang orang lain yang nyasar ke rekeningku yahh??, hadduuuhhh… aku gak bisa berkata-kata lagi deh pokoknya.. atau jangan-jangan ini yang namanya rejeki tak terduga buat ku?? Kalo emang ini rejeki ku, dengan uang sebanyak ini aku mau beli motor baru lahh.. (fikiran jahatku mulai datang)
Karena masih belum 100% yakin, aku pun mampir ke ATM terdekat buat nge-cek saldo rekeningku lagi. Sambil masukin kartu ATM ke mesin ATM, aku ngucapin “bismillaahirrokhmaanirrokhiim”. Dan selang beberapa detik info saldo pun muncul dan hasilnyapun sama seperti SMS Banking yang aku terima via HP tadi. Tertera sisa saldo Rp.107.000.000,- lebih uang yang ada di rekeningku waktu itu.
“Astaghfirullahal’adziim..” begitulah cara aku nenangin diriku. Tapi terkadang hati kecilku bener-bener ngarepin kalo uang itu mudah-mudahan jadi rejeki tak terduga ku. “ya Alloh.. mudah-mudahan ini menjadi rejeki tak terdugaku ya Alloh..” tak henti-hentinya aku ngucapin ungakapan itu bekali-kali dalam hatiku.
Karena kondisi kebingungan yang amat sangat akhirnya aku mutusin buat mampir ke masjid terdekat karena pas kebetulan waktu sholat dhuhur telah tiba. Setelah sampai di masjid, aku melepas sepatu dan kaos kakiku dan kemudian aku duduk di teras masjid sambil ngembusin nafas panjang tanda aku sedang rileksasi. Dan secara seketika fikiranku langsung mengacu sama bibiku.
“kayaknya aku harus nyoba nanya sama si bibi deh tentang ini buat mastiin kalo ini uang bibi atau bukan..”. karena saat itu yang terkait dalam masalah ini hanya antara aku dan bibi. Kemungkinan kecil ada kaitannya sama orang lain. “Tapi kalo aku bilang masalah ini sama bibi takutnya bibi manfaatin situasi, lagipula si bibi bilangnya kan transfer 80juta”. Kata-kata itulah yang selalu terbayang dalam fikiranku. “andai aku diam aja alias ga ngomong sama siapa-siapa termasuk sama si bibi kemungkinan besar uang yang 24juta pasti jadi milik ku”.(Fikiran jahatku mulai kambuh lagi). Huffffftttt…!!!
“Ya Alloh.. apa yang mesti aku lakukan kalo keadaannya seperti ini?? Apakah aku harus diam seolah gak terjadi apa-apa?? Atau apakah aku harus jujur ke bibi tentang kejanggalan ini?? Ya Alloh, berikanlah petunjuk-Mu..” itulah kalimat yang ku lantunkan saat aku bener-bener harus memilih antara dua pilihan, -DIAM atau JUJUR-.

Kemudian aku terdiam sambil berfikir dan memilah-milah gimana sih baiknya. “Kalo aku diam mungkin uang itu akan jadi milikku, kalo aku jujur berarti aku harus ngilangin semua harapan ku buat ngedapetin uang itu”. (Motor baru.. motor baru.. dan motor baru..!!) kalo aku diam aku pasti ngedapetin uang itu dan bisa ngebeli motor baru. (Jujur.. jujur.. jujur..!!!) kalo aku jujur, aku gak mungkin ngedapetin uang itu dan bayangan buat ngebeli motor baru itu pun udah pasti pupus.

Tiba-tiba aku inget apa kata orang, “barang siapa memakan hak milik oranglain yang belum sepenuhnya menjadi hak miliknya, sama saja orang itu sedang mengambil haknya sendiri yang kelak akan menjadi haknya dimasa yang akan datang”. Logikanya.. seandainya Alloh memberikan jatah rizki-Nya selama hidupku sebanyak tujuh buah biji kurma berarti aku harus berkerja apa adanya supaya ke tujuh biji kurma itu bisa buat mencukupi segala kebutuhanku dari aku lahir sampai aku mati. Tapi jika aku ambil biji kurma itu tanpa berfikir berapa lama lagi aku hidup didunia ini maka apa yang akan terjadi??? Yang ada ke tujuh biji kurma itu pun akan habis sebelum sisa hidupku habis.. terus kira-kira apa yang akan aku gunakan buat ngelanjutin sisa hidupku selanjutnya?? Astaghfirullaah hal’adziim.. aku bener-bener harus jujur sama bibi kayaknya nihh.. aku yakin itu uang bibi yang nanti mau dipake buat ngebayar sapi kurban..
Akhirnya tanpa pikir panjang aku langsung aja nelpon bibi.
Aku : assalamualaikum, bi..
Bibi : walaikumsalam.. ada apa jang??
Aku : ini bi..
Bibi : kenapa jang???
Aku : heemmm, bibi kemarin kirim uang nya berapa sih??
Bibi : emangnya kenapa??
Aku : bi, sebenernya yang transfer uangnya bibi sendiri langsung ke banknya atau siapa?? (aku yang
balik nanya sama si bibi)
Bibi : yang transfer paman jang, emangnya kenapa sihh???
Aku : anu bi.. anu,,??? (sambil berfikir kira-kira mau jujur atau gak..) heemmm, begini bi.. kemaren
katanya bibi kan transfer 80juta.. kok sekarang saldo yang ada direkening ku lebih dari 80juta
yahhh bi???(terpaksa harus ngomong, tapi yaa udah lahh)
Bibi : emang yang ada di rekeningmu sekarang jumlahnya berapa??(dengan nada penasaran)
Aku : kan uang yang dari bibi Cuma 80juta,terus saldo yang direkening sebelumya ada 3juta..
harusnya saldo sekarang kan 83juta.. tapi ini kok ada banyak banget yahh???
Bibi : terus emangnya berapa???
Aku : ….107juta, bi..
Bibi : (dengan santainya bibi menjawab) ohhh.. mungkin itu uang paman yang transfer jang.. coba
nanti bibi telpon ke paman dulu yah soalnya sekarang paman lagi ada di china..
Aku : oh, gitu yah bi.. ya udah, aku Cuma mau ngomong itu aja kok bi..
Bibi : iya.. (dan obrolan aku sama bibi di telpon kemudian terputus)

Aku semakin tambah yakin aja kalo uang itu pasti emang sengaja paman yang transfer dan paman mungkin cuma bilang ke bibi kalo dia cuma transfer 80juta sama si bibi. tapi aku masih bertanya-tanya sebenernya uang siapakah itu.. dan tiba-tiba aku ngedapetin jalan keluarnya. Yaitu, “kalo aku ngambil langsung uang itu dari bank pake buku rekening pasti di rekening kan ada bukti pengirimannya. Patokannya, kalo seandainya nanti di kolom kredit tertera nominal 104juta berarti uang itu memang mutlak transferan dari paman buat bayar sapi kurban.. tapi seandainya di kolom kredit tertera 80juta dan 24juta secara terpisah kemungkinan besar uang yang 80juta adalah uang transferan dari paman, dan yang 24juta aku gak tau itu uang siapa..

Hari esoknya pun aku langsung ke bank buat ngambil uang itu dan ternyata emang bener.. setelah aku liat di buku rekening kolom kredit ternyata tertera nominal 104juta… itu beranti paman emang transfer 104 juta. dan kini aku pun sangat yakin seyakin-yakinnya kalo uang itu emang mutlak uang transferan dari paman buat bayar sapi kurban.. jujur, aku hanya bisa ngambil nafas panjang sambil agak sedikit ngerasa frustrasi karena uang itu belum bisa jadi rejeki ku.. tapi mau gimana lagi, emang itulah kenyataannya… Dan kemudian aku hanya bisa bilang, “yaa sudahlahh.. aku ikhlaskan semua ini.. ini memang bukan hak ku.. aku percaya suatu saat nanti aku pasti bisa ngedapetin hikmah dari semua kejadian ini..”

Akhirnya masalah pun selesai.. uang itu udah aku ambil dan aku kasihin ke bapa buat ngebayar sapinya. Dan selesainya masalah ini berarti cerita ini pun ikut selesai..
Semoga bermanfaat dan ambil sisi positifnya.
Sekian.

Cerpen


"*"BINTANG BERSINAR"*"





"Harus ini, harus itu, Alice harus bisa segalanya. Selalu aja gitu. Tante Ely jahat banget! Semua jahat! Ga ada yang sayang aku!" kata Alice kesal.
"Kamu kenapa?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba saja berdiri dihadapan Alice.
"Siapa kamu?" tanya Alice terkejut.
"Em.." lelaki itu duduk disamping Alice.
"Namaku Bryan. Kamu?"
"A-aku Alice"
"Alice? Begitu, ya. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu kenapa?" tanya Bryan.
"Um, aku ya? Oh aku. Aku, aku kesal sama Tante Ely! Masa dia marah-marah mulu, Alice harus inilah itulah. Kan aku kesal!" celoteh Alice.
"Tante Ely itu siapa?" tanya Bryan tersenyum.
"Yang ngajarin Alice pose-pose gitu" kata Alice.
"Oh, model. Jadi, Alice itu model cilik?" tanya Bryan.
"Nah! Itu maksud Alice! Tante Ely itu pelatih model! Alice modelnya!" jelas Alice sambil tersenyum lebar. Bryan kembali tersenyum.
"Umur Alice berapa tahun?"
"Delapan. Alice udah sekolah, kelas Tiga SD."
"Delapan tahun? Udah sekolah juga ya? Wah pasti Alice capek ya harus belajar buat sekolah dan berlatih pose." kata Bryan sambil mengalihkan pandangannya ke langit.
"Ya gitu deh!" kata Alice tertawa kecil.
"Alice, awannya keren loh."
"Iya, ya! Keren! Hebat lagi, awannya ga kepanasan kena matahari, udah gitu bentuknya cantik lagi!" kata Alice sambil menatap langit.
"Ahahahaha!" Bryan tertawa lebar. Alice kebingungan.
"Alice, mau tau ga? Alice tuh bisa lebih keren, lebih hebat dan lebih cantik dari awan. Alice itu model cilik kan? Suatu hari nanti, Alice bisa jadi bintang yang bersinar tiap saat." kata Bryan tersenyum.
"Bintang yang bersinar tiap saat?" kata Alice mengulangi kata-kata Bryan. Mencoba memahami.
"Alice! Ah ternyata kamu disini! Ayo pulang" tiba-tiba saja Tante Ely datang menarik tangan Alice.
"E-eh! Tunggu! Bryan kelas berapa? Umurnya berapa tahun?" teriak Alice dari kejauhan. Bryan tersenyum.
"Sepuluh, kelas 5. Dadah Alice! Ingat kata-kata Bryan tadi!" teriak Bryan sambil berlari pergi.
"Tadi? Kata-kata itu.." kata Alice dalam hati.
***




"Apa kerennya menjadi bintang yang bersinar tiap saat, jika tanpamu? Andai kamu disini. Menemaniku." kataku dalam hati sambil tersenyum. Aku bangkit dari tempat duduk, berjalan menuju ruang manager. Bersiap-siap menuju Paris.




Aku sampai disuatu cafe yang ramai.
"Tempatnya penuh!" kataku dalam hati. Aku duduk di kursi tunggu, menunggu ada meja kosong. Tak beberapa lama kemudian, akhirnya ada meja yang kosong. Aku segera menuju meja di pojok itu.




"Are you okay?" tanyanya.
"Fine. Thanks." jawabku. Dia mengambil kacamata hitamnya yang terjatuh. Setelah memakainya, dia tersenyum padaku. Terdapat dua lesung pipi di senyum manisnya itu. Tapi, dia tak terlihat seperti orang Paris pada umumnya.
"Ah! Kamu.." katanya terpotong. Eh? Bisa Bahasa Indonesia!
"Kamu bisa bahasa indonesia?" tanyaku terkejut.
"Iya. Aku, em.. Gua dari Indonesia. Lagi lanjutin sekolah disini." katanya sambil tersenyum.
"Oh gitu."
"Lo model majalah itu, kan?"
"Eh? Iya. Gue Alice."
"Alice?"




"Hah? Ga usah, ga usah. Lo aja."
"Lo aja."
"Lo!" kataku.
"Lo!" katanya memaksa.
"Loooo!" kataku tak mau kalah.
"Ah! Kagak selesai-selesai nih. Lo sendiri kan?"
"Iya"
"Yaudah, bareng gue aja."
Akhirnya, malam itu aku makan bersama dengan seorang lelaki yang tak kukenal. Ternyata dia baik juga. Kami berbincang-bincang banyak hal. Tertawa bersama, saling bertukar nomor hp, dan menanyakan akun masing-masing. Dua jam kemudian, aku berpamitan pada lelaki itu. Dia tersenyum. Saat aku melangkah keluar kafe, ada satu hal yang baru kusadari. Aku belum menanyakan namanya!
Kubalikkan badanku. Tapi dia sudah tak ada, entah kemana. Memang sejak tadi sebenarnya ingin kutanyakan namanya, tapi tak jadi juga. Yasudahlah, aku pulang saja. Lagi pula aku punya nomor HP-nya.




Sudah jam dua belas lewat. Kuraih ponselku.
"SMS tidak, ya?" pikirku.
Setelah berpikir beberapa kali, akhirnya kuputuskan untuk sms dia.
'Hai! Ini aku, Alice. Maaf mengganggu di waktu yang terlalu malam ini. Boleh kutanya namamu? Ah, sebenarnya ini bisa ditanyakan besok. Tapi aku ingin tahu sekarang, karena tadi aku belum menanyakan namamu. Hehehe.'




"Dibalas!" kataku gembira.
Kubaca pesannya, dan...

































Cerpen


"*"KEBAHAGIAAN YANG HILANG"*"



Hanya fiktif belaka, jika terjai kesamaan, saya mohon maaf Namaku Dhanisa siswi kelas XI SMK yang ada di Serang, teman-temanku biasa memanggilku Nisa.. pagi itu saat libur sekolah aku di ajak oleh temanku untuk bermain outbond di taman rekreasi, sesampainya di sana aku bertemu dengan orang-orang yang menjdi crew outbond di sana, mereka semua ramah dan baik, hingga akhirnya kamu berteman baik dan sering bermain bersama di outbound tersebut.Suatu hari ketika aku dan temanku kembali bermain ke outbond tersebut, ada seorang freeline baru bernama Lana, cwo yang ganteng, putih, baik, dan yang pasti ketampanannya itu bias membuat wanita yang melihatnya menjadi suka padanya, saat itu iwang yang kebetulan sodara Lana mengenalkan lana padaku dan kami sering main bersama.
Pada suatu hari, dan hari itu adalah hari ulang tahunku, aku berniat mengajak teman-teman yang ada di outbound untuk bermain ke air terjun yang ada di pandeglang, namun sesampainya aku dan teman-teman ku ke tempat yang biasa kami bertemu, mereka semua membatalkan ajakanku.. kami tidak jadi bermain tetapi kita latihan rafeling di tempat outbond,, aku sudah memiliki fireasat yang tidak enak, karena itu hari ulang tahunku, aku takut akan di kerjai oleh mereka, ternyata benar mereka telah memiliki kejutan untukku. Aku di gantung di atas pohon dan di ceburkan ke kolam :-D.. kejutan yang sangat indah dan akupun merasa bahagia karena di hari ulangtahunku memiliki kado yang sangat special.. teman-teman outbond telah menyiapkan tumpeng untuk merayakan ulang tahun ku, tapi kado yang paling special itu adalah ketika lana mengungkapkan isi hatinya kepadaku di depan orang banyak..“Ade mau ga jadi pacar aa?” Tanya lana padaku (ade adalah sebutan sayang dari lana untuk ku)“(dengan penuh rasa bahagia dan malu) ade mau a” jawab ku…Serentak teman-temanku semuanya tepuk tangan karna aku resmi menjadi pacar lana.. lana menyuapiku tumpeng dan juga memeluk ku… bahagia rasanya karena aku memiliki orang yang begitu aku sayangi… sorenya lana mengantarkan ku pulang,,
Keesokan harinya lana dan iwang datang kerumahku, awalnya aku pikir mereka hanya main biasa,, tanpa aku duga sebelumnya ternyata lana berkata pada ayahku mengungkapkan isi hatinya.“bapak, saya sayang sama anak bapa, boleh saya jadi pacar anak bapa?” Tanya lanaAku sangat kaget mendengar lana berani mengungkapkan seperti itu sama orangtuaku.“Nisa masih sekolah, sekarang temenan aja dulu, nanti kalo udah lulus silahkan kalo mau pacaran” jawab bapak ku.Aku liat muka lana yang tedinya bersemangat menjadi murung karena jawaban yang diberikan oleh bapakku..Hari terus berjalan, walaupun kami jarang bertemu karena kami pacaran long distance, tapi komunikasi diantara kita terjaga sangat baik, setiap malam lana meneleponku dan hubunganku dengan lana semakin harmonis karena mamahnya lana juga sering meneleponku dan aku juga sering diajak main ke rumahnya di bogor … tetapi berbeda dengan orangtua ku.. orangtuaku tidak menyukai hubunganku dengan lana karena perbedaan tempat tinggal yang cukup jauh, lana tinggal di bogor sedangkan aku di serang.Walaupun kita pacaran long distance, tapi dua minggu sekali kita selalu ketemu untuk nonton, main ke pantai (karang bolong adalah tempat faforit kami :-D ), jalan-jalan.. pokoknya kalo udah ketemu, dunia serasa milik kita berdua.. heehee :-D hubungan kita berjalan baik dan harmonis selama satu tahun…Satu tahun berjalan, khayalanku adalah dapat menikah dengan lana, tapi khayalan itu seketika hancur, pada pagi itu lana datang ke serang, dan seperti biasa kita pasti pergi untuk jalan-jalan, kali ini aku minta untuk main dan berenang di kolam cikromoy di pandeglang, pagi saat kita akan berangkat, aku sudah memiliki firasat yang tidak enak karena kita berantem dulu sebelum berangkat… sesampainya di cikromoy, waktu itu lana sedang ganti baju karna akan berenang, handphone lana berbunyi ada sms yang masuk, pada saat itu juga aku membuka pesan yang masuk ke hp lana, betapa kecewa dan hancurnya hatiku membaca isi pesan dari nomor yang tidak ada namanya di hp lana “Aa kebiasaan tlpon aku pasti di matiin” membaca tulisan itu aku merasa lemas dan tidak bersemangat untuk berenang.. yang aku lakukan hanya menangis…
Tanpa lana tahu, aku telah mencatat nomor itu di hp aku, aku berniat untuk mencari tahu dan menghubungi nomor tersebut.“maaf ini siapa?” Tanyaku lewat pesan sms ke nomor tersebut“saya Bebi, ini siapa?” jawab nomor tersebut“saya Nisa adiknya lana” jawab ku“adik..? setahu saya lana tidak punya adik” Tanya bebi
Sms itu tidak aku balas lagi, aku penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya wanita itu, taklama kemudian aku menelpon lana.“a, ade mau Tanya, aa kenal dengan yang namanya bebi?” tanyaku sambil menangis“bebi..? ade tau bebi dari mana? Tanya lana terkejut“ga penting ade tau dari mana, sekarang aa jelasin sama ade, ada hubungan apa aa sama bebi? Tanyaku dengan rasa penasaran“aa minta maaf de, aa selingkuh sama bebi, tp itu semua awalnya karna aa taruhan sama temen-temen aa, tapi aa janji akan putusin dia dn memilih ade” lana menjelaskan“(dengan penuh rasa terkejut dan sakit hati yang teramat dalam) sekarang aa pilih saya atau dia, klo aa pilih dia tinggalin ade!!” tegasku
Telpon ku matikan karena karena tidak kuat mendengar dan mengetahui kenyataan yang sepahit ini. Akhirnya lana memutuskan untuk memilih aku dan memutuskan bebi.. lima bulan berjalan dan hubungan kami kembali membaik dan harmonis. Tapi Keesokan harinya bebi melenlpon ku.“halo, apa benar ini nisa? Tanya bebi“iya benar, ada apa?” tanyaku“nisa aku mohon kamu tinggalin lana, biarkan lana jadi milikku” pinra bebiaku sangat terkejut mendengar hal itu “kamu bukannya sudah dengar keputusan lana seperti apa, dn dia telah memilih kemabali pada saya?”“aku mohon, aku hamil, biarkan lana untuk aku, aku mohon kamu relain lana hidup dengan ku” pinta bebi
Mendengar itu semua aku sangat terkejut, hatiku kembali sakit bahkan lebih sakit dari sebelumnya yang hanya mengetahui mereka berselingkuh. Hari-hari ku jalani tanpa menghubungi lana, dua bulan sakit dan tidak mau makan, hingga akhirnya lana menemuiku dan minta maaf karena tanpa sepengetahuanku mereka telah menikah karena bebi hamil. Kehilangan orang yang begitu kita sayang adalah sebuah luka yang sangat sakiit. Dan ini adalah kebahagiaan yang hilang.
"The end"